jump to navigation

Pacaran Islami, emang ada ya? November 22, 2007

Posted by ahli in akhwat, dakwah, opini.
trackback

iseng2 browsing di wordpress, nemuin satu blog yang bikin mata mendelik..ya iyalah..dr nama blognya aja udah mencengangkan

Ngubek2 dikit mulai dr tentang penulis n apa motivasinya..hmm..

Saya memang bukan ahli fikih syar’i..

tapi apa yang ditulis di blog itu – sesuai pengakuan penulis- bahwa isi blog bukan ditujukan kepada para aktivis dakwah yang sudah paham luar kepala, mendarah daging, ngelotok bahwa TIDAK ADA ISTILAH PACARAN SEBELUM PERNIKAHAN DALAM ISLAM, dengan landasan

“Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang jelek.” (QS. Al Isra’: 32)

bahkan zina terkecil, zina hati, dimana ada terselip lintasan2 perasaan dan perhatian kepada makhluk lawan jenis..yang kemungkinan besar mengalahkan perhatian kepada Sang Khalik.

Isi blog memang ditujukan kepada mereka yang berada di perlintasan–> mau pacaran tapi takut terjerumus zina, ngga pacaran tapi susah menahan perasaan.

Well, ditinjau dr sudut dakwah ammah, blog itu dan semua isinya bisa jadi baik, mengarahkan kaum muda dr pacaran gaya sekuler menjadi ‘lebih islami’..dengan batasan islami menurut sang penulis (belum banyak saya eksplor). yang saya tangkap setidaknya beberapa muatan pacaran islami mengarahkan pelakunya ke proses taaruf.

Tapi dr sisi lain, bisa jadi pacaran islami adalah sebuah legalisasi. bisa jadi mereka yang awalnya punya prinsip kokoh tidak akan berpacaran sebelum menikah menjadi terprovokasi dengan adanya legalisasi pacaran islami.

Apa yang akan terjadi jika konsep ini ditelan mentah2 oleh aktivis dakwah yang jam terbangnya terhitung baru di dunia dakwah..Aktivis dakwah yang masih dalam pemantapan jati diri, dan tiba2 tersandung virus2 cinta yang mematikan. tentu saja pacaran Islami menjadi sebuah legalisasi. Lalu, apa yang akan terjadi dengan dakwah sang aktivis? bagaimana mungkin objek dakwahnya dapat bersimpati kembali padanya kalau ia sendiri memberikan contoh yang tidak layak dicontohkan oleh seorang aktivis dakwah yang sejatinya selalu mendorong amar ma’ruf nahi munkar..? lalu, bagaimana nasib dakwah selanjutnya..

Kasus VMJ yang melanda aktivis dakwah saja sudah membuat kita gerah dan membuat dakwah kehilangan citra..mengapa mesti ditambah lagi dengan sebuah istilah yang jelas2 sangat menggiurkan bagi para newbie aktivis dakwah..bahkan yang sudah bertarbiyah sekian lama pun bisa jadi tergelincir jika tidak punya prinsip yang kokoh.

Intinya kita harus memposisikan hal ini dalam kerangka n posisi yang sesuai. Menurut pendapat pribadi saya, tujuan penulis cukup baik, tuk mengarahkan para pelaku aktivis pacaran jahiliyah supaya lebih islami, tapi alangkah baiknya jangan menjadikan istilah “pacaran islami” menjadi sebuah istilah umum yang akhirnya dianut semua masyarakat. pacaran tetap pacaran dengan segala aktivitas mendekati zina. Kalau memang ingin diarahkan ke arah islami, lebih baik jangan pakai istilah pacaran di depan kata “Islami”. tapi yang jelas, segmen yang dibidik oleh penulis blog sangat rentan..dan tujuan baik bisa jadi kabur menjadi buruk, tergantung pada pemahaman pembacanya yang juga punya latar belakang akidah dan ilmu Islam yang tidak sama.

The last one..saya tetap berprinsip, bahwa, bagi setiap muslim, siapapun dia, mau aktivis dakwah, aktivis politik, bahkan ammah sekalipun berlaku hal yang sama : TIDAK ADA PACARAN SEBELUM PERNIKAHAN, APAPUN ISTILAHNYA.

Komentar»

1. franova - November 25, 2007

setuju mba….

hehehe..

2. ahli - November 26, 2007

jangan cuma setuju aja smile.. :)
tapi harus direalisasikan dalam pebuatan..
n harus mencegah teman2 terdekat kita supaya ngga kejebak hal ini..

3. franova - November 27, 2007

wah…iya iya
kalo mencegah teman-teman suka susah…
tapi pasti diusahakan

~mba, attien nggak setuju sama pacaran
~ya udah smile tunggu undangannya aja
:)

piss mba

4. Shelling Ford - November 28, 2007

kalo taaruf? boleh ga?

5. wirawax - Desember 12, 2007

Allah telah melarang orang-orang mukmin zaman dulu ketika mereka berkata, “Raa’inaa”. Allah memerintahkan mereka untuk menggantinya dengan “Unzhurnaa”, yang maknanya sama: “Lihatlah kami.” Ini karena orang-orang yang tidak beriman, suka memplesetkan “Raa’inaa” menjadi “Ruu’unah” yang maknanya tidak baik.
Jadi di sini ada manhaj: “gantilah ungkapan/istilah yang riskan (bisa diselewengkan pengucapannya/maknanya/implikasinya) dengan ungkapan/istilah yang aman-aman saja.”
Ups…sori, saya bukan ahli agama, jadi lupa di surat or ayat apa tadi (soalnya ahli agama kata penggagas pacaran islami adalah orang yg paling sulit didakwahi…lo apa hubungannya?)
Kayaknya istilah pacaran islami bisa dianalogikan dengan masalah “raaina n unzhurnaa” tadi.
Daripada bikin ruwet, dikomplain banyak sodara sesama muslim, diselewengkan tujuan baiknya, yeah, lebih baik cari istilah lain saja lah…

6. nursandhi - Desember 17, 2007

Assalamu’alaykum warahmatullahi wabarakatuh

“welcome to the jungle(baca: internet)” :)

Seperti sebuah pepatah “kegelapan ada karena ketiadaan cahaya”. Semoga selalu istiqomah dijalan dakwah. Yang halal itu jelas, dan yang haram itu juga jelas. Berada diwilayah yang syubhat hanya kan menyebabkan diri jatuh kepada yang haram. Semoga Allah SWT memudahkan kita semua melihat kebenaran itu sebagai sebuah kebenaran dan sebaliknya.

Salam kenal.

wassalamu’alaykum warahmatullah

7. deniar - Januari 3, 2008

Aku juga rada2 gatel baca2 artikel di situ, bikin kaki garuk-garuk. Atau kugaruk-garuk saja monitornya, sayang gak ngefek kalau kugaruk-garuk monitornya, sayang monitorku.

8. arie - Maret 24, 2008

ass. buk, umur ana uda 26 tahun, mau sebetulnya ud pengen banget nikah, tapi dihati ana masih ada keraguan, ana pengen nikahnya ama akhwat, tapi melihat diri ana, ibadah ana kayaknya belum begitu pantas untuk seorang akhwat. ana rasanya minder klw melihat akhwat yang subhanallah. dan ana jg bingung gmn klw ta’aruf nanti apa ana bisa ya? gmn ya buk biar ana bisa mantap menikah dengan akhwat. kadang ana berpikir klwlah nanti akhwat nikah ama ana kasihan akhwatnya.