Masjid pindah ke Bioskop.. Desember 28, 2007
Posted by ahli in opini.trackback
Bukan pindah fisikly. tapi aktivisnya yang pindah tempat..yang tadinya ke masjid..eh pindah ke bioskop..
Well, mungkin itu kekhawatiran saya aja yang terlalu berlebihan. Hmm, backgroundnya sebenernya adalah boomingnya film yang diangkat dari novel laris bak kacang goreng, Ayat-Ayat Cinta.
Film yang berjudul sama dengan novelnya itu rencana akan tayang 4 januari 2008 di bioskop2. Belum tayang aja boomingnya dah menggelegar di kalangan pecinta novel itu. Banyak temen2 akhwat saya yang udah ga sabar menanti2kan film itu. Hmm.. mungkin bukan cuma akhwat aja, banyak juga kok ikhwan yang suka sama novel itu.. :p
Dan mulai 4 januari mendatang gak akan aneh lagi kalo kita menemukan segerombol akhwat wara-wiri di planet hollywood, atau 21, atau mall-mall demi memanjakan hati dan mata menonton film. Jangan aneh aja..coz hampir semua orang suka sama novel tersebut, jadi pada penasaran sama filmnya..
Konon, “Ayat-Ayat Cinta memang menampilkan kisah cinta, tapi didalamnya juga berisi pemahaman nilai2 Islam yang dibawakan dengan sangat baik.. ” Itu bukan review saya, karena saya belum pernah membacanya sampai tuntas. Katanya, novel ini memberi banyak pelajaran, motivasi, dll..sehingga yang membaca akan mengambil hikmah yang banyak. Saya appreciate dengan adanya novel seperti ini. jadinya bisa memberikan isnpirasi tentang Islam dengan balutan kisah yang memberi banyak hikmah..
Tapi…saya kurang sreg …kalo ikhwan akhwat mesti ke bioskop tuk sekedar nonton film ini. Kayanya gimanaaaa gitu.





Tapi…saya kurang sreg …kalo ikhwan akhwat mesti ke bioskop tuk sekedar nonton film ini. Kayanya gimanaaaa gitu.
Setuju sih mba..
apalagi bagi mereka yg sebelumnya punya prinsip ogah ke bioskop karena hal2 tertentu.
Tapi.. aku pernah baca, katanya mo ada film Sang Murabbi utk mengenang alm Rahmat Abdullah. Heran jadinya..
tunggu ada yang sharing aja mba di internet..
nanti nontonnya di Komputer masing2 gitu…kan nggak usah ke bioskop tuh..
~btw,,saya tidak suka ayat-ayat cinta
~terlalu utopis menurut saya
maksudnya bukanny mba atien ga mau nonton ke bioskop smel, jangankan nonton…bacanya aja ga suka.. hehe..mungkin aneh bagi sebagian orang..
Tapi, swear nih mba atien g bisa memahami novel model begitu
Kayanya kita sealiran nih smile
Moga-moga filemnya tidak menurun kualitas dari novelnya
klo ga suka baca ‘ayat-ayat cinta’.
coba baca ‘Ketika Cinta Bertasbih’
@hening:film ’sang murobbi’ dan ‘Ketika Mas Gagah Pergi’ kynya batal deh, coz ga ada kucuran dana dari sponsor
~seru Deh Novelnya,apalagi 2 Jilid
hmm..buat saya ga banyak bedanya Ayat2 Cinta sama Ketika Cinta Bertasbih..
bagi ikhwan akhwat, baiknya nonton di rumah aja, terutama akhwat. but it’s ok kalo ke bioskop juga, toh yg ditonton adalah film yg penuh makna dan pesan2 islami.
cuman jangan sampai dijadikan apologi oleh para ikhwan akhwat, karena AAC adalah film/novel ttg “cinta”.
Btw, sy juga menganggap biasa2 aja cerita novel AAC, tidak fenomenal gitu…
lebih menariknya pd sosok Fahri bukan pada ceritanya, walaupun sosok Fahri tidak/kurang realistis (namanya juga novel)
buat info aja… film sang murabbi sudah mulai shooting… rencananya akan diedarkan dalam bentuk DVD atau VCD, biar para ikhwah nggak perlu nonton ke bioskop… kalau pengen tahu proses pembuatannya bisa mampir ke http://www.iqro.or.id