jump to navigation

Ahlan wa Sahlan Ya Ramadhan.. Agustus 21, 2009

Posted by ahli in opini.
trackback

Alhamdulillah… telah sampai lagi ke bulan Ramadhan. Semoga Ramadhan ini kita bisa lebih optimal dalam beribadah, dapat mencapai target2 yang telah ditetapkan, dan dapat meraih ketaqwaan sebagaimana diperintahkan Allah.Dengan segala kerendahan hati pula, saya mohon keikhlasan teman2 yang seringkali tersakiti atas perbuatan, kata2 maupun sikap saya baik yang disengaja maupun tidak dalam interaksi sehari2 baik di dunia nyata maupun di dunia maya. Mari mulai Ramadhan ini dengan hati yang jernih, dengan jiwa yang bersih, dengan niat yang ikhlas semata2 mengharap Ridho Allah SWT.

Satu hari menjelang Ramadhan, Project Manager kami berbagi kisah kepada kami (saya dan teman2 ‘muda’ di project) . Pada intinya sih, mengingatkan kembali bahwa kita adalah satu tim, selain harus kompak, juga ada hal2 yang lain yang harus toleransikan. Misalnya di saat kita diminta melakukan pekerjaan2 di luar spesifikasi teknis, sebagai tim kami dituntut untuk bisa fleksibel dalam melaksanakan task2 yang harus diselesaikan.

Satu hal lagi yang ingin saya perdalam dari pernyataan beliau adalah tentang bagaimana kita bisa fokus dalam bekerja. Intinya sih beliau mengharapkan kami-programmer yang masih muda- untuk meneladani bapak2 analis yang sudah cukup berumur. Mereka sangat fokus dalam bekerja, tidak pernah fesbukan, chatting, atau browsing2 di tengah2 kerja.

Hal yang menarik untuk membahas tentang facebook dengan segala fenomenanya. Mulai dari kontroversi pengharaman oleh MUI sampai kampanye Facebook untuk dakwah.

Facebook menawarkan berbagai fitur yang membuat penggunanya sulit melepaskan diri darinya. Fitur2 yang merupakan integrasi dari jejaring2 sosial lainnya kini nempel jadi satu di facebook. jadilah fesbuk sebagai homepage hampir setiap orang. tidak di pc, tidak pula di handphone.

Saya sepakat bahwa fesbuk hanya media. Media apapun akan memberi manfaat ataupun mudharat tergantung dari pemakaiannya dan niat si pemakai. Fesbuk untuk mempererat silaturahmi dengan fitur pencarian dan penambahan teman. Fesbuk untuk saling mengenal melalui fitur foto dan video. Fesbuk untuk menyampaikan salam dan doa melalui wall posting. Fesbuk untuk saling mengingatkan satu sama lain melalui fitur update status dan saling memberi komentar. fesbuk untuk menyebarkan nilai2 Islam melalui group2. Fesbuk untuk sekedar hiburan melepaskan kepenatan bekerja. Fesbuk untuk hal2 positif lainnya silakan disebutkan sendiri.

Namun kadangkala kita lupa diri. Dengan niat awal mempererat silaturahmi, malah kebablasan menghabiskan waktu dengan fesbuk. Niat awal saling mengingatkan melalui komentar, malah kebablasan mengomentari hampir setiap status orang yang mungkin tidak butuh dikomentari. Niat awal berbagi kebahagiaan melalui foto malah kebablasan meng-upload hampir semua foto diri hingga tak ada lagi penghalang orang lain untuk mengamati setiap inci penampilan kita. Niat awal hanya untuk menghibur diri dari pusingnya pekerjaan, malah mengambil porsi waktu lebih banyak daripada bekerja.

Mari coba jujur pada diri sendiri. Berapa kali kita membuka fesbuk dalam sehari? Berapa kali kita meng-update status dalam satu hari? Berapa kali memberi komentar pada orang lain? berapa lama meng-upload dan men-tag foto? Berapa lama mencari teman?Berapaa lama sekedar menghibur?

Fesbuk untuk dakwah amat sangat baik. saya sangat mengapresiasi inovasi baru ini. Dengan berdakwah mlalui fesbuk, jangkauan semakin luas karena penggunanya semakin banyak. Ber-fesbuk pun tidak terbatas menggunakan pc atau laptop, karena hp pun bisa sehingga pesan2 dakwah dapat langsung diterima. Sungguh banyak aktifis dakwah tersebar di fesbuk. Semoga ini menjadi sebuah kemajuan dalam dakwah.

Namun kadangkala kita lalai. Fesbuk membuka sebagian hijab yang kita jaga selama ini.Interaksi ikhwan dan akhwat tak lagi se-’kaku’ di dunia nyata. Ikhwan dan akhwat saling mengomentari status. Memang tidak salah, memang tidak ada larangan. Namun interaksi yang tadinya terbatas di dunia nyata menjadi kian cair di dunia fesbuk. Yang tadinya komunikasi mungkin hanya pada forum2 syuro dan koordinasi, pada saat koordinasi melalui sms atau telp tertentu saja, kini begitu kian bebas melalui ‘dinding’ fesbuk. Sungguh tipu daya setan begitu dahsyat bahkan sampai kita tak menyadarinya.

Bahkan kewajiban untuk menundukkan pandangan pun kian tergeser melalui foto2 di fesbuk. Jika di dunia nyata masih mampu kita menundukkan pandangan pada lawan jenis, masih mampukah kita menundukkan pandangan pada foto2 lawan jenis yang terpampang di depan layar komputer kita?

Tulisan ini lebih untuk mengingatkan diri saya sendiri. Bahwa sudah seberapa banyak waktu yang saya sia-siakan untuk fesbuk yang kebablasan.Sudah seberapa banyak niat2 saya yang melenceng ketika ber-fesbuk. Sudah seberapa optimal saya memanfaatkan fesbuk ini untuk saling mengingatkan pada kebaikan. Dan saya berharap melalui Ramadhan ini, saya bisa menata kembali aktifitas saya supaya lebih optimal.

Komentar»

No comments yet — be the first.